Pages

Subscribe Twitter
Tampilkan postingan dengan label Negeri Syair Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Negeri Syair Indah. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

Cahaya Cintamu, Ibu . .




Ibuku sayang...

Cintamu, adalah cahaya yang menerangi
Setiap kegelapan di dunia fana ini.
Kehadiranmu, begitu berharga,
Bermakna dan berarti.

Ibuku yg cantik...
Tiada hari yg kujalani,
Tanpa sedetik pun tak mengingatmu.
Mengingat sgala pengorbananmu
Yg tak lelah merawatku,
Yg tak bosan menasehatiku,
Dan tak henti menyangiku, spanjang usiamu.

Terima kasih Ibu...
Tlah menghiasi kehidupanku di dunia fana ini,
dengan senyum manismu yg menguatkan batinku.
Terima kasih ibu…
Telah menjagaku hingga kini.
Terima kasih Ibu...
Engkau selalu ada untukku.

Ibuku yg baik...
Maafkan aku, jika pernah melukai perasaanmu.
Maafkan aku, selalu mengecewakanmu.
Maafkan aku, anakmu ini.

Ibu...
Cahaya cintamu, selalu ku nanti.
Bahkan hingga aku mati.
Dan cintamu kan tetap bersinar di hati,
Kekal dan abadi.


Selasa, 05 Februari 2013

Seruling dan Padang Rumput



Padang rumput nan hijau
di bawah naungan langit biru
Terhampar luas tak terbatas
sejuk aroma embun pagi
tersenyum dan bercanda
bersama lembut belaian angin
kulihat seorang tampan dan gagah
menatap tajam ke arah matahari
Dari matanya terpancar makna
dari wajahnya terpancar cahaya
Ia melantunkan sebuah syair
diiringi merdu suara seruling
Memecah belenggu fatamorgana
Aku seperti hanyut terbawa
lebur bersama aliran darahku
Dia menggandeng tanganku
Mengajakku menyusuri aliran sungai
Kemudian duduk di tepian
Menunggu terbitnya sang surya
akan aku tunggu dan selalu kutunggu

Pujangga Kesepian


Dia sang pujangga
menuliskan sajak puisi
puisi tentang kerinduan
rindu akan datangnya sang penyejuk jiwa
Dia bertanya pada burung
pada gelap malam
adakah Ia pernah singgah
untuk menyapa engkau
mereka tak menjawab
hanya tersenyum kecil
dalam dan penuh makna
Dia sang pujangga
memejamkan kedua matanya
berlinangkan air mata
membasahi baju lusuhnya
Dia jauh dari dunia fana
tapi ia lebih dekat dengan cinta

Bersama Alam


Setiap nafasku ada rasa rindu

Setiap detak jantung terasa getaran sayang
Setiap denyut nadi beriramakan cinta
Sepi dan sendiri bersama aliran darah
Daun-daun bernyanyi bersamaku
Bebatuan bernyanyi bersamaku
Gemercik air bernyanyi bersamaku
jagad raya bernyayi untukmu
yang kurindukan hanya kamu
yang kudambakan hanya kamu
yang kutakutkan hanya satu
terpisah dari genggamanmu

Senin, 31 Desember 2012

Sahabat yang hilang . .


Ada sahabat yang hilang
Yang sering menjengukku dengan pena-pena tajamnya
Membangunkanku dengan syair-sayir lugunya
Malam tadi mimpiku bertemu mimpinya
Mungkin ia pedih dalam kesendirian
Menyusur gelap tak berbatas
Mengutip sepi tak terperi
Hingga sehelai surat ia selipkan dipejamku
Pagi ini kutemukan penanya tergeletak di pinggir jalan
Menunggu tuan yang siap memungutnya

Akulah dia…

Minggu, 30 Desember 2012

Tahukah kau, sobat . .

Tahukah kau sobat ???
Bahwa segala luka yang menyobek hatimu
Dapat juga ku rasakan dan menusuk jiwaku
Bahwa darah yang menetes dari luka itu
Seiring air mata yang mengalir di pipiku

Sadarkah kau sobat ???
Bahwa kepedihan yang selalu tampak di wajahmu
Adalah mmpi terburuk yang membebaniku
Bahwa sikap dinginmu untukku
Adalah pedang yang terus menghujam dadaku

Dulu
canda  tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini semua tlah berubah
Dan bukan lagi kebahagiaan
yang mampu kau berikan padaku

Doa Terakhir


ENTAH APA LAGI YANG SANGGUP KUPERBUAT RASANYA BELENGGU ITU SEMAKIN MENCENGKRAMKU MENGHENTIKAN NADI-NADI DARAHKU
AKU SEKARAT KINI.. DENGAN SISA-SISA NAPAS YANG BERSANDAR DI KERONGKONGANKU.. SEOLAH AJALKU KIAN DEKAT...
PASUKAN BURUNG PEMANGSA JUGA KIAN RIANG MENYAMBUTKU... GAGAK HITAM SEDARI TADI BERPUTAR- PUTAR DIATAS KEPALAKU DENGAN
NYANYIAN PENJEMPUT SANG MAUT..

hanya isakan kecil yang masih terdengar
dari celah celah telingaku....
airmata tak mampu jatuh lagi .. 

telah habis.. 
telah terkikis kepiluan yang
menyumbat perasaanku....
aku tak mampu lagi mendesah..aku tak
sanggup lagi menggerakan mulutku....

aku kan pasrah... akan semua ini
karena kuakui kekalahan telah menemaniku
percuma rasa yang dulu kupunya
membara..

hanya sebagai mahkota cinta
yang tak terpakai dan tak mampu terlihat
tergeser oleh keegoisan yang meludahi
perasaanku...


wahai sang maut segera jemput aku..
karena ku tak mampu hadapi beban ini
telah pudar harapanku akan cinta ..


wahai sang waktu selesaikan asa ku
dengan tamatkan masa dalam jalanku
karena sayangku telah punah dan tertutup.
kuburkan aku dalam jurang bumiMu..
tanpa nisan2  ... tanpa bunga2
karena percuma tak akan ada yang mau
menoleh ke makamku
tulislah nisanku dengan

                                                                                                                   
"terlahir bukan untuk dicinta ...
karena tak pernah kutemukan semua itu...

terima kasih CIPTAKU ...
kuakan tersenyum dengan semua cobaanMu....


Tampilkan postingan dengan label Negeri Syair Indah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Negeri Syair Indah. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 November 2013

Cahaya Cintamu, Ibu . .

0 komentar



Ibuku sayang...

Cintamu, adalah cahaya yang menerangi
Setiap kegelapan di dunia fana ini.
Kehadiranmu, begitu berharga,
Bermakna dan berarti.

Ibuku yg cantik...
Tiada hari yg kujalani,
Tanpa sedetik pun tak mengingatmu.
Mengingat sgala pengorbananmu
Yg tak lelah merawatku,
Yg tak bosan menasehatiku,
Dan tak henti menyangiku, spanjang usiamu.

Terima kasih Ibu...
Tlah menghiasi kehidupanku di dunia fana ini,
dengan senyum manismu yg menguatkan batinku.
Terima kasih ibu…
Telah menjagaku hingga kini.
Terima kasih Ibu...
Engkau selalu ada untukku.

Ibuku yg baik...
Maafkan aku, jika pernah melukai perasaanmu.
Maafkan aku, selalu mengecewakanmu.
Maafkan aku, anakmu ini.

Ibu...
Cahaya cintamu, selalu ku nanti.
Bahkan hingga aku mati.
Dan cintamu kan tetap bersinar di hati,
Kekal dan abadi.


Selasa, 05 Februari 2013

Seruling dan Padang Rumput

0 komentar


Padang rumput nan hijau
di bawah naungan langit biru
Terhampar luas tak terbatas
sejuk aroma embun pagi
tersenyum dan bercanda
bersama lembut belaian angin
kulihat seorang tampan dan gagah
menatap tajam ke arah matahari
Dari matanya terpancar makna
dari wajahnya terpancar cahaya
Ia melantunkan sebuah syair
diiringi merdu suara seruling
Memecah belenggu fatamorgana
Aku seperti hanyut terbawa
lebur bersama aliran darahku
Dia menggandeng tanganku
Mengajakku menyusuri aliran sungai
Kemudian duduk di tepian
Menunggu terbitnya sang surya
akan aku tunggu dan selalu kutunggu

Pujangga Kesepian

0 komentar

Dia sang pujangga
menuliskan sajak puisi
puisi tentang kerinduan
rindu akan datangnya sang penyejuk jiwa
Dia bertanya pada burung
pada gelap malam
adakah Ia pernah singgah
untuk menyapa engkau
mereka tak menjawab
hanya tersenyum kecil
dalam dan penuh makna
Dia sang pujangga
memejamkan kedua matanya
berlinangkan air mata
membasahi baju lusuhnya
Dia jauh dari dunia fana
tapi ia lebih dekat dengan cinta

Bersama Alam

0 komentar

Setiap nafasku ada rasa rindu

Setiap detak jantung terasa getaran sayang
Setiap denyut nadi beriramakan cinta
Sepi dan sendiri bersama aliran darah
Daun-daun bernyanyi bersamaku
Bebatuan bernyanyi bersamaku
Gemercik air bernyanyi bersamaku
jagad raya bernyayi untukmu
yang kurindukan hanya kamu
yang kudambakan hanya kamu
yang kutakutkan hanya satu
terpisah dari genggamanmu

Senin, 31 Desember 2012

Sahabat yang hilang . .

0 komentar

Ada sahabat yang hilang
Yang sering menjengukku dengan pena-pena tajamnya
Membangunkanku dengan syair-sayir lugunya
Malam tadi mimpiku bertemu mimpinya
Mungkin ia pedih dalam kesendirian
Menyusur gelap tak berbatas
Mengutip sepi tak terperi
Hingga sehelai surat ia selipkan dipejamku
Pagi ini kutemukan penanya tergeletak di pinggir jalan
Menunggu tuan yang siap memungutnya

Akulah dia…

Minggu, 30 Desember 2012

Tahukah kau, sobat . .

0 komentar
Tahukah kau sobat ???
Bahwa segala luka yang menyobek hatimu
Dapat juga ku rasakan dan menusuk jiwaku
Bahwa darah yang menetes dari luka itu
Seiring air mata yang mengalir di pipiku

Sadarkah kau sobat ???
Bahwa kepedihan yang selalu tampak di wajahmu
Adalah mmpi terburuk yang membebaniku
Bahwa sikap dinginmu untukku
Adalah pedang yang terus menghujam dadaku

Dulu
canda  tawamu yang indah
Selalu menggelitik jiwaku untuk tersenyum
Tapi kini semua tlah berubah
Dan bukan lagi kebahagiaan
yang mampu kau berikan padaku

Doa Terakhir

0 komentar

ENTAH APA LAGI YANG SANGGUP KUPERBUAT RASANYA BELENGGU ITU SEMAKIN MENCENGKRAMKU MENGHENTIKAN NADI-NADI DARAHKU
AKU SEKARAT KINI.. DENGAN SISA-SISA NAPAS YANG BERSANDAR DI KERONGKONGANKU.. SEOLAH AJALKU KIAN DEKAT...
PASUKAN BURUNG PEMANGSA JUGA KIAN RIANG MENYAMBUTKU... GAGAK HITAM SEDARI TADI BERPUTAR- PUTAR DIATAS KEPALAKU DENGAN
NYANYIAN PENJEMPUT SANG MAUT..

hanya isakan kecil yang masih terdengar
dari celah celah telingaku....
airmata tak mampu jatuh lagi .. 

telah habis.. 
telah terkikis kepiluan yang
menyumbat perasaanku....
aku tak mampu lagi mendesah..aku tak
sanggup lagi menggerakan mulutku....

aku kan pasrah... akan semua ini
karena kuakui kekalahan telah menemaniku
percuma rasa yang dulu kupunya
membara..

hanya sebagai mahkota cinta
yang tak terpakai dan tak mampu terlihat
tergeser oleh keegoisan yang meludahi
perasaanku...


wahai sang maut segera jemput aku..
karena ku tak mampu hadapi beban ini
telah pudar harapanku akan cinta ..


wahai sang waktu selesaikan asa ku
dengan tamatkan masa dalam jalanku
karena sayangku telah punah dan tertutup.
kuburkan aku dalam jurang bumiMu..
tanpa nisan2  ... tanpa bunga2
karena percuma tak akan ada yang mau
menoleh ke makamku
tulislah nisanku dengan

                                                                                                                   
"terlahir bukan untuk dicinta ...
karena tak pernah kutemukan semua itu...

terima kasih CIPTAKU ...
kuakan tersenyum dengan semua cobaanMu....