Pages

Subscribe Twitter
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 November 2013

Menjaga Kelestarian lingkungan


Allah menjelaskan kepada manusia, bahwa bencana dan kerusakan yang terjadi baik di daratan dan di lautan, misalnya kebakaran, tanah longsor, banjir, gunung meletus, gempa bumi, kelaparan, dan bencana-bencana lainnya adalah disebabkan karena ulah manusia atau karena akibat dari kerusakan akhlak moral manusia. Baik akhlak terhadap Allah, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap lingkungan alam.
seperti dalam surat Ar Rum ayat 41-42 yang berbunyi:

ظهر الفساد في البر والبحر بما كسبت ايدى الناس ليذيقهم بعض الذي عملوا لعلهم يرجعون ٤١. قل سيروا في الارض فانظروا كيف كان عاقبة الذين من قبل كان اكثرهم مشركين ٤٢

Artinya:
“Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Katakanlah: “adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat (perbuatan) orang-orang dahulu, adalah kebanyakan mereka musyrik” (Q.S ar-Rum: 41-42).
 

Kerusakan akhlak terhadap Allah adalah berupa perbuatan maksiat, tidak menegakkan hukum-hukum Allah, pelanggaran norma-norma agama, misalnya kemusyrikan,  perjudian, minuman keras, perzinahan dll.
Demikian pula kerusakan akhlak terhadap sesama manusia seperti penganiayaan terhadap sesamanya tanpa sebab, korupsi, perampasan hak orang lain, penipuan dll. Semua dapat mendatangkan bencana. Apabila kezaliman dan kemaksiatan sudah meraja lela dimana-mana dan ulah manusia saudah kelewat batas. Maka tunggulah adzab Allah akan datang, bukan hanya di akhirat tetapi di dunia ini juga. Dan adzab tersebut bukan hanya dirasakan oleh orang yang berbuat kezaliman tetapi juga orang yang disekitarnya.
Kerusakan akhlak terhadap lingkungan alam misalnya, penebangan hutan secara liar, buang sampang sembarangan, pembangunan rumah, gedung dan jalan yang tidak menggunakan aturan tanpa membuat atau menutup saluran air, maka akan mendatangkan banjir dan longsor yang bisa menghancurkan tanaman, rumah-rumah dan dapat merenggut nyawa manusia.

DETIK-DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW




Kisahnya


Dengan suara terbata-bata, pagi itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam berkhutbah, "Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaiut Al-Qur'an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku."


Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin 'Affan menghela nafas panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.


"Isyarat telah datang dan saatnya telah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua." Keluh dalam hati para Sahabat Rasul. Manusia paling Mulia sejagat itu telah hampir selesai menunaikan tugasnya. Dan tanda-tanda itu tampak semakin kuat. Sayyidina Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang begitu lemah dan begitu goyah ketika turun dari mimbar.


Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam tengah terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam.


"Assalamu'alaikum. Bolehkah saya masuk?" tanyanya.


Siti Fatimah tidak serta merta mengijinkan ia masuk.


"Wa'alaikumsalam. Maaf Ayahandaku lagi demam."


Ia kembali menemani Ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata sembari bertanya :


"Siapakah dia wahai anakku?"
"Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya." tutur Fatimah dengan lembutnya.



Lalu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya.


"Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut." kata Rasulullah.


Seketika Fatimah berusaha menahan ledakan tangisnya.

Malaikat Turun Ke Bumi


Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu Mulia ini.


"Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah." tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah dan lirih.


"Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti Ruhmu. Semua Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu." jawab Malaikat Jibril.


Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.


"Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?" tanya Malaikat Jibril.
"Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" lanjut Rasulullah.
"Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, "Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya." jawab Malaikat Jibril.



Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan Ruh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.


"Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini." Rasulullah mengaduh lirih.


Fatimah tak kuasa menatap Ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam. Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibrilpun memalingkan muka.


"Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Ya Jibril?" tanya Rasulullah pada Malaikat Jibril sang Penyampai Wahyu itu.


"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?" kata Malaikat Jibril.

Kasih Sayang Kepada Umat Tiada Duanya


Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan pada umatku."


Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam.


"Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum."
Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu."



Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.


"Ummatii...Ummatii....Ummatii."
Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.



Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un.


Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya tak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya. Di saat ajalpun Rasulullah tidak memikirkan anaknya, isterinya atau yang lainnya. Dalam hatinya Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya.

wassalamu'alaikum..

Sejarah Masjid Nabawi

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masjid Nabawi pada bulan Raibul Awal di awal-awal hijarahnya ke Madinah. Pada saat itu panjang masjid adalah 70 hasta dan lebarnya 60 hasta atau panjangnya 35 m dan lebar 30 m. Kala itu Masjid Nabawi sangat sederhana, kita akan sulit membayangkan keadaannya apabila melihat bangunannya yang megah saat ini. Lantai masjid adalah tanah yang berbatu, atapnya pelepah kurma, dan terdapat tiga pintu, sementara sekarang sangat besar dan megah.
Masjid Nabawi Kiblat Baitul Maqdis Sejarah Masjid Nabawi
Masjid Nabawi di awal pembangunan, Kiblat menghadap Masjid al-Aqsha. Sebelah Utara masjid adalah kamar Aisyah
Area yang hendak dibangun Masjid Nabawi saat itu terdapat bangunan yang dimiliki oleh Bani Najjar. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bani Najjar, “Wahai Bani Najjar, berilah harga bangunan kalian ini?” Orang-orang Bani Najjar menjawab, “Tidak, demi Allah. Kami tidak akan meminta harga untuk bangunan ini kecuali hanya kepada Allah.” Bani Najjar dengan suka rela mewakafkan bangunan dan tanah mereka untuk pembangunan Masjid Nabawi dan mereka berharap pahala dari sisi Allah atas amalan mereka tersebut.
Anas bin Malik yang meriwayatkan hadis ini menuturkan, “Saat itu di area pembangunan terdapat kuburan orang-orang musyrik, puing-puing bangunan, dan pohon kurma. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memindahkan mayat di makam tersebut, meratakan puing-puing, dan menebang pohon kurma.”
Pada tahun 7 H, jumlah umat Islam semakin banyak, dan masjid menjadi penuh, Nabi pun mengambil kebijakan memperluas Masjid Nabawi. Beliau tambahkan masing-masing 20 hasta untuk panjang dan lebar masjid. Utsman bin Affan adalah orang yang menanggung biaya pembebasan tanah untuk perluasan masjid saat itu. Peristiwa ini terjadi sepulangnya beliau dari Perang Khaibar.
Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun dengan landasan ketakwaan. Di antara keutamaan masjid ini adalah dilipatgandakannya pahala shalat di dalamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid selainnya, kecuali Masjid al-Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mimbar Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي
“Antara rumahku dan mimbarku ada taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Awalnya Nabi berkhutbah di atas potongan pohon kurma kemudian para sahabat membuatkan beliau mimbar, sejak saat itu beliau selalu berkhutbah di atas mimbar. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat khutbah Jumat berdiri di atas potongan pohon kurma, lalu ada seorang perempuan atau laki-laki Anshar mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kami membuatkanmu mimbar?’  Nabi menjawab, ‘Jika kalian mau (silahkan)’. Maka para sahabat membuatkan beliau mimbar. Pada Jumat berikutnya, beliau pun naik ke atas mimbarnya, terdengarlah suara tangisan (merengek) pohon kurma seperti tangisan anak kecil, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekapnya. Pohon it uterus ‘merengek’ layaknya anak kecil. Rasulullah mengatakan, ‘Ia menagis karena kehilangan dzikir-dzikir yang dulunya disebut di atasnya’.” (HR. Bukhari)
Di antara keagungan dan keutamaan mimbar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang bersumpah di dekatnya, barangsiapa bersumpah di dekat mimbar tersebut dia telah berdusta dan berdosa.
لَا يَحْلِفُ عِنْدَ هَذَا الْمِنْبَرِ عَبْدٌ وَلَا أَمَةٌ، عَلَى يَمِينٍ آثِمَةٍ، وَلَوْ عَلَى سِوَاكٍ رَطْبٍ، إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ
“Janganlah seorang budak laki-laki atau perempuan bersumpah di dekat mimbar tersebut. Bagi orang yang bersumpah, maka dia berdosa…” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, dan Hakim)
Raudhah
Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar beliau dengan kamar (rumah) beliau. Rasulullah menerangkan tentang keutamaan raudhah,
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي قال: “مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga. Dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Bukhari).
Jarak antara mimbar dan rumah Nabi adalah 53 hasta atau sekitar 26,5 m.
Shufah Masjid Nabawi
Setelah kiblat berpindah (dari Masjid al-Aqsha mengarah ke Ka’baj di Masjid al-Haram). Rasulullah mengajak para
Masjid Nabawi Kiblat Mekah Sejarah Masjid Nabawi
Masjid Nabawi, Kiblat Mekah
sahabatnya membangun atap masjid sebagai pelindung bagi para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi. Mereka adalah orang-orang yang hijrah dari berbagai penjuru negeri menuju Madinah untuk memeluk Islam akan tetapi mereka tidak memiliki kerabat di Madinah untuk tinggal disana dan belum memiliki kemampuan finasial untuk membangun rumah sendiri. Mereka ini dikenal dengan ash-habu shufah.
Rumah Nabi
Mungkin kata rumah terlalu berlebihan untuk menggambarkan kediaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karenanya lebih tepat kalau kita sebut dengan istilah kamar. Kamar Nabi yang berdekatan dengan Masjid Nabawi adalah kamar beliau bersama ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha. Nabi Muhammad dimakamkan di sini, karena beliau wafat di kamar Aisyah, kemudian Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dimakamkan pula di tempat yang sama pada tahun 13 H, lalu Umar bin Khattab pada tahun 24 H.
Keadaan Makam Nabi
Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat kemudian di belakang beliau (dikatakan di belakang karena menghadap kiblat) terdapat makam Abu Bakar ash-Shiddiq dan posisi kepala Abu Bakar sejajar dengan bahu Nabi. Di belakang makam Abu Bakar terdapat makam Umar bin Khattab dan posisi kepala Umar sejajar dengan bahu Abu Bakar. Di zaman Nabi kamar beliau berdindingkan pelepah kurma yang dilapisi dengan bulu. Kemudian di zaman pemerintahan Umar bin Khattab dinding kamar ini diperbaiki dengan bangunan permanen.
Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur Madinah ia kembali merenovasi kamar tersebut, lebih baik dari sebelumnya. Setelah dinding tersebut roboh dan menyebabkan kaki Umar bin Khattab terlihat (kemungkinan roboh karena faktor alam sehingga tanah makam tergerus dan kaki Umar menjadi terlihat), Umar bin Abdul Aziz kembali membenahinya dengan bangunan batu hitam. Setelah itu diperbaiki lagi pada tahun 881 H.
Subhanallahu, kejadian ini menunjukkan kebenaran sabda Nabi bahwa jasad seorang yang mati syahid itu tidak hancur. Umar bin Khattab syahid terbunuh ketika menunaikan shalat subuh.
Usaha Pencurian Jasad Nabi
Pertama, pencurian jasad Nabi di makamnya pertama kali dilakukan oleh seorang pimpinan Dinasti Ubaidiyah, al-hakim bi Amrillah (wafat 411 H). Ia memerintahkan seorang yang bernama Abu al-Futuh Hasan bin Ja’far. Al-Hakim memerintahkan Hasan bin Ja’far agar memindahkan jasad Nabi ke Mesir. Namun dalam perjalanan menuju Madinah angin yang kencang membinasakan kelompok Abu al-Futuh Hasan bin Ja’far.
Kedua, gagal pada upaya pertamanya, al-Hakim bi Amrillah belum bertaubat dari makar yang ia lakukan. Ia memerintahkan sejumlah orang untuk melakukan percobaan kedua. Al-Hakim bi Amrillah mengirim sekelompok orang penggali kubur menuju Madinah. Orang-orang ini diperintahkan untuk menetap beberapa saat di daerah dekat Masjid Nabawi. Beberapa saat mengamati keadaan, mereka mulai melaksanakan aksinya dengan cara membuat terowongan bawah tanah. Setelah dekat dengan makam, orang-orang menyadari adanya cahaya dari bawah tanah, mereka pun berteriak “Ada yang menggali makam Nabi kita!!” Lalu orang-orang memerangi sekelompok penggali kubur ini dan gagallah upaya kedua dari al-Hakim bi Amrillah. Kedua kisah ini selengkapnya bisa dirujuk ke buku Wafa al-Wafa, 2: 653 oleh as-Samhudi.
Ketiga, upaya pencurian jasad Nabi kali ini dilakukan atas perintah raja-raja Nasrani Maroko pada tahun 557 H. saat itu Nuruddin az-Zanki adalah penguasa kaum muslimin di bawah Khalifah Abbasiyah. Dalam mimpinya Nuruddin az-Zanki bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mengatakan “Selamatkan aku dari dua orang ini -Nabi menunjuk dua orang yang terlihat jelas wajah keduanya dalam mimpi tersebut-.” Nuruddin az-Zanki langsung berangkat menuju Madinah bersama dua puluh orang rombongannya dan membawa harta yang banyak. Setibanya di Madinah, orang-orang pun mendatanginya, setiap orang yang meminta kepadanya pasti akan dipenuhi kebuthannya.
Setelah 16 hari, hampir-hampir seluruh penduduk Madinah datang menemuinya, namun ia belum juga melihat dua orang yang ditunjuk oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya. Ia pun bertanya, “Adakah yang tersisa dari penduduk Madinah?” Masyarakat menjawab, “Ada, dua orang kaya yang sering berderma, mereka berasal dari Maroko.” Masyarakat menyebutkan tentang keshalehan keduanya, tentang shalatnya, dan apabila keduanya dipinta pasti memberi. Ternyata dua orang inilah yang dilihat az-Zanki dalam mimpinya dan keduanya sengaja tinggal sangat dekat dengan kamar Nabi. Az-Zanki menanyakan perihal kedatangan mereka ke Madinah. Keduanya menjawab mereka hendak menunaikan haji.
Az-Zanki menyelidiki dan mendatangi tempat tinggal mereka, ternyata rumah tersebut kosong. Saat ia mengelilingi tempat tinggal dua orang Maroko ini, ternyata ada sebuah tempat –semisal ruangan kecil- yang ada lubangnya dan berujung di kamar Nabi. Keduanya tertangkap ‘basah’ hendak mencuri jasad Nabi, keduanya pun dibunuh di ruang bawah kamar Nabi tersebut. Selengkapnya lihat Wafa al-Wafa 2: 648.
Keempat, upaya pencurian jasad Nabi oleh orang-orang Nasrani Syam. Orang-orang ini masuk ke wilayah Hijaz, lalu membunuh para peziarah kemudian membakar tempat-tempat ziarah. Setelah itu mereka mengatakan bahwa mereka ingin mengambil jasad Nabi di makamnya. Ketika jarak mereka denga kota Madinah tinggal menyisakan perjalanan satu hari, mereka bertemu dengan kaum muslimin yang mengejar mereka. Mereka pun dibunuh dan sebagiannya ditangkap oleh kaum muslimin (Rihlatu Ibnu Zubair, Hal: 31-32)
Amalan Bid’ah Terkait dengan Ziarah ke Masjid Nabawi
Sering dijumpai peziarah Masjid Nabawi mengusap-usap kamar Nabi ini, bahkan ada yang menciuminya dalam rangka mengharap berkah. Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ulama telah sepakat, barangsiapa yang berziarah ke makam Nabi Muhammad atau ke makam nabi selain beliau atau makam orang-orang shaleh, makam sahabat, makam ahlul bait, atau selain mereka, tidak boleh mengusap-usap atau menciumnya, bahkan tidak ada satu pun benda mati di dunia ini yang disyariatkanmakam nabi muhammad Sejarah Masjid Nabawiuntuk dicium kecuali hajar aswad.” (Majmu’ Fatawa, 27:29)
Tidak boleh juga untuk thawaf mengelilingi kamar Nabi, thawaf adalah salah satu bentuk ibadah, dan tidak diperkenankan beribadah kecuali hanya kepada Allah. Ada juga dijumpai sebagian peziarah Masjid Nabawi yang bersujud mengarah ke makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ini semua adalah ritual-ritual yang haram dilakukan ketika berziarah ke Masjid Nabawi.

Keutamaan dan Tanda - tanda Malam Lailatul Qadar


Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, dan didalamnya terdapat suatu malam yang sangat mulia. Suatu malam dimana Alloh SWT menurunkan Al-Qur'an ke dunia sebagai pedoman dan petunjuk umat manusia. Malam tersebut adalah Malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Alloh SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa. Pada malam itu malaikat-malaikat Alloh turun ke dunia untuk mengatur segala urusan. Berikut adalah Keutamaan dan Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar.


malam lailatul qadar, lailatul qadar, ramadhan



Keutamaan Malam Lailatul Qadar



إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥


Artinya : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadar: 1 - 5)

Seperti disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al Qadar bahwa malam Lailatul Qadarbernilai lebih baik dari seribu bulan. Hal ini berarti amal ibadah yang dilakukan di malam Lailatul Qadar akan memiliki pahala yang senilai apabila kita mengerjakanya selama seribu bulan. Subhanalloh...

Alloh SWT juga mengabarkan bahwa pada malam itu turunlah malaikat Jibril dan ruh. Hal ini menunjukkan bahwa betapa besar dan pentingnya malam ini karena turunnya malaikat tidak terjadi kecuali untuk perkara yang besar. Kemudian Alloh SWT mensifati malam tersebut dalam firman-Nya :



سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥

Artinya : "Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadar: 5)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ



Artinya : "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS Ad Dukhan [44] : 3-4)

Hal ini menunjukkan bahwa pada malam tersebut penuh dengan kemuliaan, kebaikan, dan keberkahannya hingga terbitnya fajar. Orang yang terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yang sangat banyak. Inilahkeutamaan-keutamaan yang besar pada malam Lalilatul Qadar.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Kita sebagai umat islam tentu akan sangat beruntung apabila dapat menjumpai malam Lailatul Qadar dengan diisi amal ibadah dan kebajikan. Kedatangan malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Alloh SWT. Malam itu bisa datang kapan saja di bulan Ramadhan. Namun Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mencarinya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan dan terutama pada malam-malam ganjil. Dalam sebuah hadist diriwayatkan :

Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, 'Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan HR Muslim)

Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa." (HR Bukhari)

Ada beberapa tanda akan turunya malam Lailatul Qadar. Seperti dijelasakan dalam banyak hadist. Rasulullah SAW bersabda :

Dari Ubay ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), "Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." (HR Muslim 762).

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), "Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah (setengah bejana)." (HR Muslim 1170)

Dan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), "(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan." (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).

Pada malam Lailatul Qadar kita dapat mengisinya dengan melakukan berbagai amal ibadah seperti sholat malam, berdzikir, membaca Al-Qur'an. Rasulullah SAW biasa ber i'tikaf di masjid selama 10 hari terakhir Ramadhan.

Aisyah r.a. berkata, "Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau." (HR Bukhari)

Di masjid Rasulullah SAW melakukan shalat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdo’a, dan sebagainya.

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau." (HR Bukhari)

Kaum muslimin sering berbeda pendapat dalam menentukan awal Ramadhan. Sehingga akan berbeda pula perhitungan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Oleh karena itu akan lebih baik apabila kita mengisi setiap malam di bulan Ramadhan dengan amal ibadah dan kebajikan.


sumber : http://media-islam.or.id/2011/08/02/keutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya/

Subhanallah, Orang Ini Berjalan Ribuan Kilometer Untuk Naik Haji





Tujuannya sebagai seorang muslim sama dengan pemeluk Islam lainnya di seluruh dunia yakni menunaikan ibadah Haji. Setiap tahun seluruh umat muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah Haji. Dia berangkat dari Kota Banovici, sebelah timur laut Bosnia Herzegovina, Desember tahun lalu. Selama perjalanannya itu dia melewati enam negara, termasuk Turki, Yordania, dan Suriah, sebelum akhirnya memasuki Arab Saudi. Sebagai seorang Kristen profesor itu menjelaskan pada Hadzic dia merupakan orang muslim pertama yang pernah menginap di kediamannya selama hidupnya. Demi mewujudkan semua itu dia rela tidur di masjid, sekolah, tempat umum, hingga di rumah seseorang yang menawarkannya tempat.



Dia menjelaskan ketika sampai di Serbia orang banyak justru keluar rumah dan memberikannya topi atau kaus kaki. Ketakutan justru datang dari orang lain mengingatkan Hadzic untuk berhati-hati melintasi negara mayoritas penduduknya Nasrani seperti Serbia dan Bulgaria. Saya hanya takut Tuhan, dan sesampainya di Makkah saya akan berdoa untuk kita semua,” ujar Hadzic. Namun saya katakan pada Anda jika sudah menjadi kehendak Tuhan maka saya memasuki Asia hari ini dan Suriah. “Saya putuskan untuk berjalan kaki ke Arab saudi dengan uang Rp 2,5 juta,” ujarnya. Dia mengatakan rela berjalan kaki sampai sejauh itu lantaran tidak memiliki cukup uang.



Senad Hadzic (47 tahun) asal Bosnia Herzegovina rela berjalan kaki sejauh 5800 kilometer menuju Kota Makkah, Arab Saudi. Tujuannya sebagai seorang muslim sama dengan pemeluk Islam lainnya di seluruh dunia yakni menunaikan ibadah Haji.



Senin (22/10), Hadzic diperkirakan sampai di Makkah pekan ini. Dia berangkat dari Kota Banovici, sebelah timur laut Bosnia Herzegovina, Desember tahun lalu. Selama perjalanannya itu dia melewati enam negara, termasuk Turki, Yordania, dan Suriah, sebelum akhirnya memasuki Arab Saudi.



Hadzic sempat menjelaskan tujuannya itu di situs berbagi video Youtube. Dia mengatakan rela berjalan kaki sampai sejauh itu lantaran tidak memiliki cukup uang. “Saya putuskan untuk berjalan kaki ke Arab saudi dengan uang Rp 2,5 juta,” ujarnya.



Demi mewujudkan semua itu dia rela tidur di masjid, sekolah, tempat umum, hingga di rumah seseorang yang menawarkannya tempat. Ketika seseorang menanyakan apakah dirinya tidak takut saat melewati tempat berbahaya dan rawan konflik, Hadzic menjawab, “Kenapa harus takut jika Tuhan bersama saya,” katanya.



Ketakutan justru datang dari orang lain mengingatkan Hadzic untuk berhati-hati melintasi negara mayoritas penduduknya Nasrani seperti Serbia dan Bulgaria. Mereka takut terjadi sesuatu pada lelaki itu. Dia menjelaskan ketika sampai di Serbia orang banyak justru keluar rumah dan memberikannya topi atau kaus kaki. Bahkan, pada suatu hari seorang profesor asal Serbia mengundang dirinya untuk tinggal di rumahnya.



Sebagai seorang Kristen profesor itu menjelaskan pada Hadzic dia merupakan orang muslim pertama yang pernah menginap di kediamannya selama hidupnya. “Perjalanan ini memang memiliki sejuta masalah. Namun saya katakan pada Anda jika sudah menjadi kehendak Tuhan maka saya memasuki Asia hari ini dan Suriah. Saya tidak takut dengan mobil lapis baja atau peluru. Saya hanya takut Tuhan, dan sesampainya di Makkah saya akan berdoa untuk kita semua,” ujar Hadzic.



Setiap tahun seluruh umat muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah Haji. Islam memang mewajibkan umatnya mampu secara jasmani dan rohani untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.(merdeka)

Jumat, 01 November 2013

Alasan Ilmiah Mengapa ISLAM Mengharamkan Babi





Ajaran Islam mengharamkan umatnya mengkonsumsi daging babi dan atau memanfaatkan seluruh anggota tubuh babi. Berikut sepuluh alasan mengapa babi diharamkan.

1. Babi adalah container (tempat penampung) penyakit.
Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii

2. Daging babi empuk.
Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.

3. Menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.

4. Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.

5. Babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).
Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.

6. Menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.

7. Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh. Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.

8. Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar.

9. Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia. Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.

10. DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti, Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.

Rabu, 25 Juli 2012

MAKNA SHOLAT TARAWEH


1. Bersih dirinya, seperti baru dilahirkan dari kandungan dari ibunya
2. Diampuni dirinya dan kedua orang tuanya yang mukmin
3. Allah SWT mengampuni dosanya yang telah lalu
4. Dapat pahala sebanyak membaca kitab
5 Mendapat pahala seperti sholat di Masjidil Harom, Nabawi dan Al-Aqsho
6. Mendapat pahala seperti melaksanakan thowaf di Baitul Ma’mun dan memohonkan ampun untuknya semua batu-batu tanah liat
7. Mendapat pahala seakan2 dia telah membantu Nabi Musa AS melawan Fir’aun & Haaman
8. Mendapat pahala seperti pahala yang diterima Nabi Ibrahim AS
9. Mendapat pahala seperti pahala yang diterima Nabi Muhammad SAW
10. Allah SWT memberikan rizki kepadanya kebaikan didunia dan akhirat
11. Saat bangkit dari kubur, seperti baru dilahirkan dari kandungan ibunya
12. Pada hari qiyamat, wajahnya bagus seperti bulan purnama
13. Pada hari qiyamat, dia selamat aman dari segala resiko
14. Allah SWT tidak akan menghisabnya di hari qiyamat
15. Para malaikat memohonkan tambahan kebaikan untuk dia
16. Allah SWT bebaskan dia dari Neraka dan membebaskan dia masuk Surga
17. Mendapat pahala sebanyak pahala para Nabi
18. Allah SWT telah ridho kepadamu dan kepada kedua orang tuamu
19. Allah SWT mengangkat derajatnya di Surga Firdaus
20. Mendapat pahala sebanyak pahala para Syuhada dan para Sholihin
21. Allah SWT membangunkan baginya di Surga sebuah rumah dari cahaya
22. Di hari qiyamat dia datang dengan aman dari segala macam susah dan duka
23. Di Surga, Allah SWT membangunkan baginya sebuah kota
24. Allah SWT kabulkan baginya, sebanyak 24 macam doa
25. Allah SWT membebaskan dia dari siksa kubur
26. Allah SWT meningkatkan baginya pahala selama 40 tahun
27. Melewati jembatan “Shirotol Mustaqim” dengan mudah dan cepat seperti kilat
28. Allah SWT mengangkat baginya 1000 derajat didalam Surga
29. Allah SWT memberikan kepadanya pahala seribu ibadah Haji yang diterima
30. Allah SWT berfirman :
“Makanlah buah-buahan Surga, Mandilah dengan air Salsabil dan
Minumlah dari telaga Kautsar, AKU adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku.”
1 syawal AGUNGKAN DAN SUCIKAN NAMA ALLAH SWT…!!!

Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ISLAM. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 November 2013

Menjaga Kelestarian lingkungan

0 komentar

Allah menjelaskan kepada manusia, bahwa bencana dan kerusakan yang terjadi baik di daratan dan di lautan, misalnya kebakaran, tanah longsor, banjir, gunung meletus, gempa bumi, kelaparan, dan bencana-bencana lainnya adalah disebabkan karena ulah manusia atau karena akibat dari kerusakan akhlak moral manusia. Baik akhlak terhadap Allah, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap lingkungan alam.
seperti dalam surat Ar Rum ayat 41-42 yang berbunyi:

ظهر الفساد في البر والبحر بما كسبت ايدى الناس ليذيقهم بعض الذي عملوا لعلهم يرجعون ٤١. قل سيروا في الارض فانظروا كيف كان عاقبة الذين من قبل كان اكثرهم مشركين ٤٢

Artinya:
“Telah nampak kerusakan didarat dan dilaut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Katakanlah: “adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat (perbuatan) orang-orang dahulu, adalah kebanyakan mereka musyrik” (Q.S ar-Rum: 41-42).
 

Kerusakan akhlak terhadap Allah adalah berupa perbuatan maksiat, tidak menegakkan hukum-hukum Allah, pelanggaran norma-norma agama, misalnya kemusyrikan,  perjudian, minuman keras, perzinahan dll.
Demikian pula kerusakan akhlak terhadap sesama manusia seperti penganiayaan terhadap sesamanya tanpa sebab, korupsi, perampasan hak orang lain, penipuan dll. Semua dapat mendatangkan bencana. Apabila kezaliman dan kemaksiatan sudah meraja lela dimana-mana dan ulah manusia saudah kelewat batas. Maka tunggulah adzab Allah akan datang, bukan hanya di akhirat tetapi di dunia ini juga. Dan adzab tersebut bukan hanya dirasakan oleh orang yang berbuat kezaliman tetapi juga orang yang disekitarnya.
Kerusakan akhlak terhadap lingkungan alam misalnya, penebangan hutan secara liar, buang sampang sembarangan, pembangunan rumah, gedung dan jalan yang tidak menggunakan aturan tanpa membuat atau menutup saluran air, maka akan mendatangkan banjir dan longsor yang bisa menghancurkan tanaman, rumah-rumah dan dapat merenggut nyawa manusia.

DETIK-DETIK WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW

0 komentar



Kisahnya


Dengan suara terbata-bata, pagi itu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam berkhutbah, "Wahai umatku, kita semua dalam kekuasaan Allah dan dalam cinta kasih-Nya. Maka taat dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal kepada kalian, yaiut Al-Qur'an dan Sunnahku. Barangsiapa yang mencintai Sunnahku, berarti mencintaiku dan kelak orang-orang yang mencintaiku akan masuk Surga bersama-sama denganku."


Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang menatap satu persatu para sahabatnya. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca. Umar Bin Khathab menahan nafas dalam tangisnya. Utsman Bin 'Affan menghela nafas panjang. Ali Bin Abi Thalib hanya bisa menundukkan kepala.


"Isyarat telah datang dan saatnya telah tiba. Rasulullah akan meninggalkan kita semua." Keluh dalam hati para Sahabat Rasul. Manusia paling Mulia sejagat itu telah hampir selesai menunaikan tugasnya. Dan tanda-tanda itu tampak semakin kuat. Sayyidina Ali dengan cekatan memeluk Rasulullah yang begitu lemah dan begitu goyah ketika turun dari mimbar.


Matahari kian tinggi. Tapi pintu rumah Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam masih tertutup. Didalam rumahnya, Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam tengah terbaring lemah dengan kening berkeringat membasahi pelepah kurma sebagai alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar salam.


"Assalamu'alaikum. Bolehkah saya masuk?" tanyanya.


Siti Fatimah tidak serta merta mengijinkan ia masuk.


"Wa'alaikumsalam. Maaf Ayahandaku lagi demam."


Ia kembali menemani Ayahandanya yang ternyata sudah membuka mata sembari bertanya :


"Siapakah dia wahai anakku?"
"Tak tahulah Ayahandaku. Sepertinya baru kali ini aku melihatnya." tutur Fatimah dengan lembutnya.



Lalu Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam menatap puterinya dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah puterinya ingin dikenangnya.


"Ketahuilah Fatimah. Dialah yang akan menghapuskan kenikmatan sementara. Dialah yang akan memisahkan pertemuan di dunia. Dialah Malaikatul Maut." kata Rasulullah.


Seketika Fatimah berusaha menahan ledakan tangisnya.

Malaikat Turun Ke Bumi


Ketika Malaikat maut datang mendekat, Rasulullah menanyakan kenapa Malaikat Jibril tidak menyertainya. Kemudian dipanggillah Malaikat Jibril yang sudah bersiap di atas langit dunia untuk menyambut kedatangan Ruh kekasih Allah yang begitu Mulia ini.


"Jibril, katakan apa hakku nanti di hadapan Allah." tanya Rasulullah dengan suara yang teramat lemah dan lirih.


"Pintu-pintu langit telah terbuka. Para Malaikat telah menanti Ruhmu. Semua Surga terbuka lebar menanti kedatanganmu." jawab Malaikat Jibril.


Dan ternyata itu tidak membuat hati Rasulullah lega. Matanya masih begitu tampak penuh kecemasan.


"Engkau tidak senang mendengar kabar ini ya Rasul?" tanya Malaikat Jibril.
"Katakan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" lanjut Rasulullah.
"Jangan khawatir ya Rasulullah. Aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku, "Kuharamkan Surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya." jawab Malaikat Jibril.



Detik demi detik semakin berlalu. Saatnya Malaikat Izrail (Maut) melaksanakan tugasnya. Perlahan Ruh Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam ditariknya. Tampak sekujur tubuh Rasulullah bersimbah keringat. Urat-urat lehernya menegang.


"Jibril, betapa sakitnya Sakratul Maut ini." Rasulullah mengaduh lirih.


Fatimah tak kuasa menatap Ayahandanya. Dibiarkan matanya terpejam. Sayyidina Ali yang berada di sampingnya menunduk semakin dalam. Malaikat Jibrilpun memalingkan muka.


"Jijikkah engkau melihatku hingga engkau palingkan wajahmu Ya Jibril?" tanya Rasulullah pada Malaikat Jibril sang Penyampai Wahyu itu.


"Siapa yang sanggup melihat kekasih Allah direnggut ajal ya Rasul?" kata Malaikat Jibril.

Kasih Sayang Kepada Umat Tiada Duanya


Kemudian terdengar Rasulullah memekik karena merasakan sakit yang tak tertahankan. "Ya Allah, dahsyat sekali sakitnya maut ini. Timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku. Jangan pada umatku."


Badan Rasulullah mulai dingin. Kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya mulai bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu. Ali segera mendekatkan telinganya kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi Wa salam.


"Uushikum bishshalaati wamaa malakat aymanukum."
Aku berpesan kepada kalian jagalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah diantara kamu."



Di luar pintu, tangispun mulai terdengar bersahutan. Sahabat Rasulullah saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya. Dan Sayyidina Ali kembali mendekatkan telinga di bibir Rasulullah yang mulai tampak kebiru-biruan.


"Ummatii...Ummatii....Ummatii."
Bagaimana nasib umatku.. umatku.. umatku.



Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raji'un.


Berakhirlah sudah riwayat hidup seorang manusia yang kemuliaannya tak ada yang menandingi. Seorang manusia pilihan yang telah memberi sinar cahaya terang dan membawa kita terbebas dari kegelapan. Sosok yang begitu cinta kepada umatnya. Di saat ajalpun Rasulullah tidak memikirkan anaknya, isterinya atau yang lainnya. Dalam hatinya Rasulullah begitu gelisah memikirkan nasib umatnya.

wassalamu'alaikum..

Sejarah Masjid Nabawi

0 komentar
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membangun Masjid Nabawi pada bulan Raibul Awal di awal-awal hijarahnya ke Madinah. Pada saat itu panjang masjid adalah 70 hasta dan lebarnya 60 hasta atau panjangnya 35 m dan lebar 30 m. Kala itu Masjid Nabawi sangat sederhana, kita akan sulit membayangkan keadaannya apabila melihat bangunannya yang megah saat ini. Lantai masjid adalah tanah yang berbatu, atapnya pelepah kurma, dan terdapat tiga pintu, sementara sekarang sangat besar dan megah.
Masjid Nabawi Kiblat Baitul Maqdis Sejarah Masjid Nabawi
Masjid Nabawi di awal pembangunan, Kiblat menghadap Masjid al-Aqsha. Sebelah Utara masjid adalah kamar Aisyah
Area yang hendak dibangun Masjid Nabawi saat itu terdapat bangunan yang dimiliki oleh Bani Najjar. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bani Najjar, “Wahai Bani Najjar, berilah harga bangunan kalian ini?” Orang-orang Bani Najjar menjawab, “Tidak, demi Allah. Kami tidak akan meminta harga untuk bangunan ini kecuali hanya kepada Allah.” Bani Najjar dengan suka rela mewakafkan bangunan dan tanah mereka untuk pembangunan Masjid Nabawi dan mereka berharap pahala dari sisi Allah atas amalan mereka tersebut.
Anas bin Malik yang meriwayatkan hadis ini menuturkan, “Saat itu di area pembangunan terdapat kuburan orang-orang musyrik, puing-puing bangunan, dan pohon kurma. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memindahkan mayat di makam tersebut, meratakan puing-puing, dan menebang pohon kurma.”
Pada tahun 7 H, jumlah umat Islam semakin banyak, dan masjid menjadi penuh, Nabi pun mengambil kebijakan memperluas Masjid Nabawi. Beliau tambahkan masing-masing 20 hasta untuk panjang dan lebar masjid. Utsman bin Affan adalah orang yang menanggung biaya pembebasan tanah untuk perluasan masjid saat itu. Peristiwa ini terjadi sepulangnya beliau dari Perang Khaibar.
Masjid Nabawi adalah masjid yang dibangun dengan landasan ketakwaan. Di antara keutamaan masjid ini adalah dilipatgandakannya pahala shalat di dalamnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ
“Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 kali shalat di masjid selainnya, kecuali Masjid al-Haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Mimbar Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي
“Antara rumahku dan mimbarku ada taman dari taman-taman surga, dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Awalnya Nabi berkhutbah di atas potongan pohon kurma kemudian para sahabat membuatkan beliau mimbar, sejak saat itu beliau selalu berkhutbah di atas mimbar. Dari Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam saat khutbah Jumat berdiri di atas potongan pohon kurma, lalu ada seorang perempuan atau laki-laki Anshar mengatakan, ‘Wahai Rasulullah, bolehkah kami membuatkanmu mimbar?’  Nabi menjawab, ‘Jika kalian mau (silahkan)’. Maka para sahabat membuatkan beliau mimbar. Pada Jumat berikutnya, beliau pun naik ke atas mimbarnya, terdengarlah suara tangisan (merengek) pohon kurma seperti tangisan anak kecil, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendekapnya. Pohon it uterus ‘merengek’ layaknya anak kecil. Rasulullah mengatakan, ‘Ia menagis karena kehilangan dzikir-dzikir yang dulunya disebut di atasnya’.” (HR. Bukhari)
Di antara keagungan dan keutamaan mimbar ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang bersumpah di dekatnya, barangsiapa bersumpah di dekat mimbar tersebut dia telah berdusta dan berdosa.
لَا يَحْلِفُ عِنْدَ هَذَا الْمِنْبَرِ عَبْدٌ وَلَا أَمَةٌ، عَلَى يَمِينٍ آثِمَةٍ، وَلَوْ عَلَى سِوَاكٍ رَطْبٍ، إِلَّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ
“Janganlah seorang budak laki-laki atau perempuan bersumpah di dekat mimbar tersebut. Bagi orang yang bersumpah, maka dia berdosa…” (HR. Ibnu Majah, Ahmad, dan Hakim)
Raudhah
Raudhah adalah suatu tempat di Masjid Nabawi yang terletak antara mimbar beliau dengan kamar (rumah) beliau. Rasulullah menerangkan tentang keutamaan raudhah,
عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي قال: “مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Antara rumahku dan mimbarku terdapat taman di antara taman-taman surga. Dan mimbarku di atas telagaku.” (HR. Bukhari).
Jarak antara mimbar dan rumah Nabi adalah 53 hasta atau sekitar 26,5 m.
Shufah Masjid Nabawi
Setelah kiblat berpindah (dari Masjid al-Aqsha mengarah ke Ka’baj di Masjid al-Haram). Rasulullah mengajak para
Masjid Nabawi Kiblat Mekah Sejarah Masjid Nabawi
Masjid Nabawi, Kiblat Mekah
sahabatnya membangun atap masjid sebagai pelindung bagi para sahabat yang tinggal di Masjid Nabawi. Mereka adalah orang-orang yang hijrah dari berbagai penjuru negeri menuju Madinah untuk memeluk Islam akan tetapi mereka tidak memiliki kerabat di Madinah untuk tinggal disana dan belum memiliki kemampuan finasial untuk membangun rumah sendiri. Mereka ini dikenal dengan ash-habu shufah.
Rumah Nabi
Mungkin kata rumah terlalu berlebihan untuk menggambarkan kediaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, karenanya lebih tepat kalau kita sebut dengan istilah kamar. Kamar Nabi yang berdekatan dengan Masjid Nabawi adalah kamar beliau bersama ibunda Aisyah radhiallahu ‘anha. Nabi Muhammad dimakamkan di sini, karena beliau wafat di kamar Aisyah, kemudian Abu Bakar radhiallahu ‘anhu dimakamkan pula di tempat yang sama pada tahun 13 H, lalu Umar bin Khattab pada tahun 24 H.
Keadaan Makam Nabi
Makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadap kiblat kemudian di belakang beliau (dikatakan di belakang karena menghadap kiblat) terdapat makam Abu Bakar ash-Shiddiq dan posisi kepala Abu Bakar sejajar dengan bahu Nabi. Di belakang makam Abu Bakar terdapat makam Umar bin Khattab dan posisi kepala Umar sejajar dengan bahu Abu Bakar. Di zaman Nabi kamar beliau berdindingkan pelepah kurma yang dilapisi dengan bulu. Kemudian di zaman pemerintahan Umar bin Khattab dinding kamar ini diperbaiki dengan bangunan permanen.
Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi gubernur Madinah ia kembali merenovasi kamar tersebut, lebih baik dari sebelumnya. Setelah dinding tersebut roboh dan menyebabkan kaki Umar bin Khattab terlihat (kemungkinan roboh karena faktor alam sehingga tanah makam tergerus dan kaki Umar menjadi terlihat), Umar bin Abdul Aziz kembali membenahinya dengan bangunan batu hitam. Setelah itu diperbaiki lagi pada tahun 881 H.
Subhanallahu, kejadian ini menunjukkan kebenaran sabda Nabi bahwa jasad seorang yang mati syahid itu tidak hancur. Umar bin Khattab syahid terbunuh ketika menunaikan shalat subuh.
Usaha Pencurian Jasad Nabi
Pertama, pencurian jasad Nabi di makamnya pertama kali dilakukan oleh seorang pimpinan Dinasti Ubaidiyah, al-hakim bi Amrillah (wafat 411 H). Ia memerintahkan seorang yang bernama Abu al-Futuh Hasan bin Ja’far. Al-Hakim memerintahkan Hasan bin Ja’far agar memindahkan jasad Nabi ke Mesir. Namun dalam perjalanan menuju Madinah angin yang kencang membinasakan kelompok Abu al-Futuh Hasan bin Ja’far.
Kedua, gagal pada upaya pertamanya, al-Hakim bi Amrillah belum bertaubat dari makar yang ia lakukan. Ia memerintahkan sejumlah orang untuk melakukan percobaan kedua. Al-Hakim bi Amrillah mengirim sekelompok orang penggali kubur menuju Madinah. Orang-orang ini diperintahkan untuk menetap beberapa saat di daerah dekat Masjid Nabawi. Beberapa saat mengamati keadaan, mereka mulai melaksanakan aksinya dengan cara membuat terowongan bawah tanah. Setelah dekat dengan makam, orang-orang menyadari adanya cahaya dari bawah tanah, mereka pun berteriak “Ada yang menggali makam Nabi kita!!” Lalu orang-orang memerangi sekelompok penggali kubur ini dan gagallah upaya kedua dari al-Hakim bi Amrillah. Kedua kisah ini selengkapnya bisa dirujuk ke buku Wafa al-Wafa, 2: 653 oleh as-Samhudi.
Ketiga, upaya pencurian jasad Nabi kali ini dilakukan atas perintah raja-raja Nasrani Maroko pada tahun 557 H. saat itu Nuruddin az-Zanki adalah penguasa kaum muslimin di bawah Khalifah Abbasiyah. Dalam mimpinya Nuruddin az-Zanki bertemu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau mengatakan “Selamatkan aku dari dua orang ini -Nabi menunjuk dua orang yang terlihat jelas wajah keduanya dalam mimpi tersebut-.” Nuruddin az-Zanki langsung berangkat menuju Madinah bersama dua puluh orang rombongannya dan membawa harta yang banyak. Setibanya di Madinah, orang-orang pun mendatanginya, setiap orang yang meminta kepadanya pasti akan dipenuhi kebuthannya.
Setelah 16 hari, hampir-hampir seluruh penduduk Madinah datang menemuinya, namun ia belum juga melihat dua orang yang ditunjuk oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mimpinya. Ia pun bertanya, “Adakah yang tersisa dari penduduk Madinah?” Masyarakat menjawab, “Ada, dua orang kaya yang sering berderma, mereka berasal dari Maroko.” Masyarakat menyebutkan tentang keshalehan keduanya, tentang shalatnya, dan apabila keduanya dipinta pasti memberi. Ternyata dua orang inilah yang dilihat az-Zanki dalam mimpinya dan keduanya sengaja tinggal sangat dekat dengan kamar Nabi. Az-Zanki menanyakan perihal kedatangan mereka ke Madinah. Keduanya menjawab mereka hendak menunaikan haji.
Az-Zanki menyelidiki dan mendatangi tempat tinggal mereka, ternyata rumah tersebut kosong. Saat ia mengelilingi tempat tinggal dua orang Maroko ini, ternyata ada sebuah tempat –semisal ruangan kecil- yang ada lubangnya dan berujung di kamar Nabi. Keduanya tertangkap ‘basah’ hendak mencuri jasad Nabi, keduanya pun dibunuh di ruang bawah kamar Nabi tersebut. Selengkapnya lihat Wafa al-Wafa 2: 648.
Keempat, upaya pencurian jasad Nabi oleh orang-orang Nasrani Syam. Orang-orang ini masuk ke wilayah Hijaz, lalu membunuh para peziarah kemudian membakar tempat-tempat ziarah. Setelah itu mereka mengatakan bahwa mereka ingin mengambil jasad Nabi di makamnya. Ketika jarak mereka denga kota Madinah tinggal menyisakan perjalanan satu hari, mereka bertemu dengan kaum muslimin yang mengejar mereka. Mereka pun dibunuh dan sebagiannya ditangkap oleh kaum muslimin (Rihlatu Ibnu Zubair, Hal: 31-32)
Amalan Bid’ah Terkait dengan Ziarah ke Masjid Nabawi
Sering dijumpai peziarah Masjid Nabawi mengusap-usap kamar Nabi ini, bahkan ada yang menciuminya dalam rangka mengharap berkah. Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ulama telah sepakat, barangsiapa yang berziarah ke makam Nabi Muhammad atau ke makam nabi selain beliau atau makam orang-orang shaleh, makam sahabat, makam ahlul bait, atau selain mereka, tidak boleh mengusap-usap atau menciumnya, bahkan tidak ada satu pun benda mati di dunia ini yang disyariatkanmakam nabi muhammad Sejarah Masjid Nabawiuntuk dicium kecuali hajar aswad.” (Majmu’ Fatawa, 27:29)
Tidak boleh juga untuk thawaf mengelilingi kamar Nabi, thawaf adalah salah satu bentuk ibadah, dan tidak diperkenankan beribadah kecuali hanya kepada Allah. Ada juga dijumpai sebagian peziarah Masjid Nabawi yang bersujud mengarah ke makam Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, ini semua adalah ritual-ritual yang haram dilakukan ketika berziarah ke Masjid Nabawi.

Keutamaan dan Tanda - tanda Malam Lailatul Qadar

0 komentar

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, dan didalamnya terdapat suatu malam yang sangat mulia. Suatu malam dimana Alloh SWT menurunkan Al-Qur'an ke dunia sebagai pedoman dan petunjuk umat manusia. Malam tersebut adalah Malam Lailatul Qadar. Malam Lailatul Qadar adalah malam yang dimuliakan Alloh SWT, yang nilainya lebih baik daripada 1.000 bulan atau 30.000 kali malam biasa. Pada malam itu malaikat-malaikat Alloh turun ke dunia untuk mengatur segala urusan. Berikut adalah Keutamaan dan Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar.


malam lailatul qadar, lailatul qadar, ramadhan



Keutamaan Malam Lailatul Qadar



إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥


Artinya : "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadar: 1 - 5)

Seperti disebutkan dalam Al-Qur'an surat Al Qadar bahwa malam Lailatul Qadarbernilai lebih baik dari seribu bulan. Hal ini berarti amal ibadah yang dilakukan di malam Lailatul Qadar akan memiliki pahala yang senilai apabila kita mengerjakanya selama seribu bulan. Subhanalloh...

Alloh SWT juga mengabarkan bahwa pada malam itu turunlah malaikat Jibril dan ruh. Hal ini menunjukkan bahwa betapa besar dan pentingnya malam ini karena turunnya malaikat tidak terjadi kecuali untuk perkara yang besar. Kemudian Alloh SWT mensifati malam tersebut dalam firman-Nya :



سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥

Artinya : "Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS Al Qadar: 5)

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ * فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ * أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ



Artinya : "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi. dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (QS Ad Dukhan [44] : 3-4)

Hal ini menunjukkan bahwa pada malam tersebut penuh dengan kemuliaan, kebaikan, dan keberkahannya hingga terbitnya fajar. Orang yang terhalangi dari kebaikan malam itu berarti terhalangi dari kebaikan yang sangat banyak. Inilahkeutamaan-keutamaan yang besar pada malam Lalilatul Qadar.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Kita sebagai umat islam tentu akan sangat beruntung apabila dapat menjumpai malam Lailatul Qadar dengan diisi amal ibadah dan kebajikan. Kedatangan malam Lailatul Qadar dirahasiakan oleh Alloh SWT. Malam itu bisa datang kapan saja di bulan Ramadhan. Namun Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk mencarinya di 10 hari terakhir bulan Ramadhan dan terutama pada malam-malam ganjil. Dalam sebuah hadist diriwayatkan :

Aisyah r.a. berkata, "Rasulullah ber’itikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, dan beliau bersabda, 'Carilah malam qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadhan." (HR Bukhari dan HR Muslim)

Ibnu Abbas r.a. mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, "Carilah Lailatul Qadar pada malam sepuluh yang terakhir dari (bulan) Ramadhan. Lailatul Qadar itu pada sembilan hari yang masih tersisa, tujuh yang masih tersisa, dan lima yang masih tersisa." (HR Bukhari)

Ada beberapa tanda akan turunya malam Lailatul Qadar. Seperti dijelasakan dalam banyak hadist. Rasulullah SAW bersabda :

Dari Ubay ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), "Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." (HR Muslim 762).

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), "Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah (setengah bejana)." (HR Muslim 1170)

Dan dari Ibnu Abbas ra, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda (yang artinya), "(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan." (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).

Pada malam Lailatul Qadar kita dapat mengisinya dengan melakukan berbagai amal ibadah seperti sholat malam, berdzikir, membaca Al-Qur'an. Rasulullah SAW biasa ber i'tikaf di masjid selama 10 hari terakhir Ramadhan.

Aisyah r.a. berkata, "Nabi apabila telah masuk sepuluh malam (yang akhir dari bulan Ramadhan) beliau mengikat sarung beliau, menghidupkan malam, dan membangunkan istri beliau." (HR Bukhari)

Di masjid Rasulullah SAW melakukan shalat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdo’a, dan sebagainya.

Abu Hurairah r.a. mengatakan bahwa Rasulullah bersabda, "Barangsiapa yang mendirikan (shalat malam) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau." (HR Bukhari)

Kaum muslimin sering berbeda pendapat dalam menentukan awal Ramadhan. Sehingga akan berbeda pula perhitungan malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Oleh karena itu akan lebih baik apabila kita mengisi setiap malam di bulan Ramadhan dengan amal ibadah dan kebajikan.


sumber : http://media-islam.or.id/2011/08/02/keutamaan-malam-lailatul-qadar-tanda-tanda-dan-waktunya/

Subhanallah, Orang Ini Berjalan Ribuan Kilometer Untuk Naik Haji

0 komentar




Tujuannya sebagai seorang muslim sama dengan pemeluk Islam lainnya di seluruh dunia yakni menunaikan ibadah Haji. Setiap tahun seluruh umat muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah Haji. Dia berangkat dari Kota Banovici, sebelah timur laut Bosnia Herzegovina, Desember tahun lalu. Selama perjalanannya itu dia melewati enam negara, termasuk Turki, Yordania, dan Suriah, sebelum akhirnya memasuki Arab Saudi. Sebagai seorang Kristen profesor itu menjelaskan pada Hadzic dia merupakan orang muslim pertama yang pernah menginap di kediamannya selama hidupnya. Demi mewujudkan semua itu dia rela tidur di masjid, sekolah, tempat umum, hingga di rumah seseorang yang menawarkannya tempat.



Dia menjelaskan ketika sampai di Serbia orang banyak justru keluar rumah dan memberikannya topi atau kaus kaki. Ketakutan justru datang dari orang lain mengingatkan Hadzic untuk berhati-hati melintasi negara mayoritas penduduknya Nasrani seperti Serbia dan Bulgaria. Saya hanya takut Tuhan, dan sesampainya di Makkah saya akan berdoa untuk kita semua,” ujar Hadzic. Namun saya katakan pada Anda jika sudah menjadi kehendak Tuhan maka saya memasuki Asia hari ini dan Suriah. “Saya putuskan untuk berjalan kaki ke Arab saudi dengan uang Rp 2,5 juta,” ujarnya. Dia mengatakan rela berjalan kaki sampai sejauh itu lantaran tidak memiliki cukup uang.



Senad Hadzic (47 tahun) asal Bosnia Herzegovina rela berjalan kaki sejauh 5800 kilometer menuju Kota Makkah, Arab Saudi. Tujuannya sebagai seorang muslim sama dengan pemeluk Islam lainnya di seluruh dunia yakni menunaikan ibadah Haji.



Senin (22/10), Hadzic diperkirakan sampai di Makkah pekan ini. Dia berangkat dari Kota Banovici, sebelah timur laut Bosnia Herzegovina, Desember tahun lalu. Selama perjalanannya itu dia melewati enam negara, termasuk Turki, Yordania, dan Suriah, sebelum akhirnya memasuki Arab Saudi.



Hadzic sempat menjelaskan tujuannya itu di situs berbagi video Youtube. Dia mengatakan rela berjalan kaki sampai sejauh itu lantaran tidak memiliki cukup uang. “Saya putuskan untuk berjalan kaki ke Arab saudi dengan uang Rp 2,5 juta,” ujarnya.



Demi mewujudkan semua itu dia rela tidur di masjid, sekolah, tempat umum, hingga di rumah seseorang yang menawarkannya tempat. Ketika seseorang menanyakan apakah dirinya tidak takut saat melewati tempat berbahaya dan rawan konflik, Hadzic menjawab, “Kenapa harus takut jika Tuhan bersama saya,” katanya.



Ketakutan justru datang dari orang lain mengingatkan Hadzic untuk berhati-hati melintasi negara mayoritas penduduknya Nasrani seperti Serbia dan Bulgaria. Mereka takut terjadi sesuatu pada lelaki itu. Dia menjelaskan ketika sampai di Serbia orang banyak justru keluar rumah dan memberikannya topi atau kaus kaki. Bahkan, pada suatu hari seorang profesor asal Serbia mengundang dirinya untuk tinggal di rumahnya.



Sebagai seorang Kristen profesor itu menjelaskan pada Hadzic dia merupakan orang muslim pertama yang pernah menginap di kediamannya selama hidupnya. “Perjalanan ini memang memiliki sejuta masalah. Namun saya katakan pada Anda jika sudah menjadi kehendak Tuhan maka saya memasuki Asia hari ini dan Suriah. Saya tidak takut dengan mobil lapis baja atau peluru. Saya hanya takut Tuhan, dan sesampainya di Makkah saya akan berdoa untuk kita semua,” ujar Hadzic.



Setiap tahun seluruh umat muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah Haji. Islam memang mewajibkan umatnya mampu secara jasmani dan rohani untuk menunaikan rukun Islam kelima itu.(merdeka)

Jumat, 01 November 2013

Alasan Ilmiah Mengapa ISLAM Mengharamkan Babi

0 komentar




Ajaran Islam mengharamkan umatnya mengkonsumsi daging babi dan atau memanfaatkan seluruh anggota tubuh babi. Berikut sepuluh alasan mengapa babi diharamkan.

1. Babi adalah container (tempat penampung) penyakit.
Beberapa bibit penyakit yang dibawa babi seperti Cacing pita (Taenia solium), Cacing spiral (Trichinella spiralis), Cacing tambang (Ancylostoma duodenale), Cacing paru (Paragonimus pulmonaris), Cacing usus (Fasciolopsis buski), Cacing Schistosoma (japonicum), Bakteri Tuberculosis (TBC), Bakteri kolera (Salmonella choleraesuis), Bakteri Brucellosis suis, Virus cacar (Small pox), Virus kudis (Scabies), Parasit protozoa Balantidium coli, Parasit protozoa Toxoplasma gondii

2. Daging babi empuk.
Meskipun empuk dan terkesan lezat, namun karena banyak mengandung lemak, daging babi sulit dicerna. Akibatnya, nutrien (zat gizi) tidak dapat dimanfaatkan tubuh.

3. Menurut Prof. A.V. Nalbandov (Penulis buku : Adap-tif Physiology on Mammals and Birds) menyebutkan bahwa kantung urine (vesica urinaria) babi sering bocor, sehingga urine babi merembes ke dalam daging. Akibatnya, daging babi tercemar kotoran yang mestinya dibuang bersama urine.

4. Lemak punggung (back fat) tebal dan mudah rusak oleh proses ransiditas oksidatif (tengik), tidak layak dikonsumsi manusia.

5. Babi merupakan carrier virus/penyakit Flu Burung (Avian influenza) dan Flu Babi (Swine Influenza).
Di dalam tubuh babi, virus AI (H1N1 dan H2N1) yang semula tidak ganas bermutasi menjadi H1N1/H5N1 yang ganas/mematikan dan menular ke manusia.

6. Menurut Prof Abdul Basith Muh. Sayid berbagai penyakit yang ditularkan babi seperti, pengerasan urat nadi, naiknya tekanan darah, nyeri dada yang mencekam (Angina pectoris), radang (nyeri) pada sendi-sendi tubuh.

7. Dr. Murad Hoffman (Doktor ahli & penulis dari Jerman) menulis bahwa Memakan babi yang terjangkiti cacing babi tidak hanya berbahaya, tapi juga menyebabkan peningkatan kolesterol tubuh dan memperlambat proses penguraian protein dalam tubuh. Ditambah cacing babi Mengakibatkan penyakit kanker usus, iritasi kulit, eksim, dan rheumatic serta virus-virus influenza yang berbahaya hidup dan berkembang di musim panas karena medium (dibawa oleh) babi.

8. Penelitian ilmiah di Cina dan Swedia menyebutkan bahwa daging babi merupakan penyebab utama kanker anus dan usus besar.

9. Dr Muhammad Abdul Khair (penulis buku : Ijtihaadaat fi at Tafsir Al Qur’an al Kariim) menuliskan bahwa daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan Trachenea lolipia. Cacing tersebut berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi.

10. DNA babi mirip dengan manusia, sehingga sifat buruk babi dapat menular ke manusia. Beberapa sifat buruk babi seperti, Binatang paling rakus, kotor, dan jorok di kelasnya, Kemudian kerakusannya tidak tertandingi hewan lain, serta suka memakan bangkai dan kotorannya sendiri dan Kotoran manusia pun dimakannya. Sangat suka berada di tempat yang basah dan kotor. Untuk memuaskan sifat rakusnya, bila tidak ada lagi yang dimakan, ia muntahkan isi perutnya, lalu dimakan kembali. Lebih lanjut Kadang ia mengencingi pakannya terlebih dahulu sebelum dimakan.

Rabu, 25 Juli 2012

MAKNA SHOLAT TARAWEH

0 komentar

1. Bersih dirinya, seperti baru dilahirkan dari kandungan dari ibunya
2. Diampuni dirinya dan kedua orang tuanya yang mukmin
3. Allah SWT mengampuni dosanya yang telah lalu
4. Dapat pahala sebanyak membaca kitab
5 Mendapat pahala seperti sholat di Masjidil Harom, Nabawi dan Al-Aqsho
6. Mendapat pahala seperti melaksanakan thowaf di Baitul Ma’mun dan memohonkan ampun untuknya semua batu-batu tanah liat
7. Mendapat pahala seakan2 dia telah membantu Nabi Musa AS melawan Fir’aun & Haaman
8. Mendapat pahala seperti pahala yang diterima Nabi Ibrahim AS
9. Mendapat pahala seperti pahala yang diterima Nabi Muhammad SAW
10. Allah SWT memberikan rizki kepadanya kebaikan didunia dan akhirat
11. Saat bangkit dari kubur, seperti baru dilahirkan dari kandungan ibunya
12. Pada hari qiyamat, wajahnya bagus seperti bulan purnama
13. Pada hari qiyamat, dia selamat aman dari segala resiko
14. Allah SWT tidak akan menghisabnya di hari qiyamat
15. Para malaikat memohonkan tambahan kebaikan untuk dia
16. Allah SWT bebaskan dia dari Neraka dan membebaskan dia masuk Surga
17. Mendapat pahala sebanyak pahala para Nabi
18. Allah SWT telah ridho kepadamu dan kepada kedua orang tuamu
19. Allah SWT mengangkat derajatnya di Surga Firdaus
20. Mendapat pahala sebanyak pahala para Syuhada dan para Sholihin
21. Allah SWT membangunkan baginya di Surga sebuah rumah dari cahaya
22. Di hari qiyamat dia datang dengan aman dari segala macam susah dan duka
23. Di Surga, Allah SWT membangunkan baginya sebuah kota
24. Allah SWT kabulkan baginya, sebanyak 24 macam doa
25. Allah SWT membebaskan dia dari siksa kubur
26. Allah SWT meningkatkan baginya pahala selama 40 tahun
27. Melewati jembatan “Shirotol Mustaqim” dengan mudah dan cepat seperti kilat
28. Allah SWT mengangkat baginya 1000 derajat didalam Surga
29. Allah SWT memberikan kepadanya pahala seribu ibadah Haji yang diterima
30. Allah SWT berfirman :
“Makanlah buah-buahan Surga, Mandilah dengan air Salsabil dan
Minumlah dari telaga Kautsar, AKU adalah Tuhanmu dan engkau adalah hambaku.”
1 syawal AGUNGKAN DAN SUCIKAN NAMA ALLAH SWT…!!!